Latest Post
Showing posts with label ibu dan anak. Show all posts
Showing posts with label ibu dan anak. Show all posts

Tips Memberi Obat Pada Anak

cara memberi obat pada anak
Ketika sang buah hati sakit, tentu saja berbagai perasaan dari orang tua gak karuan. Berbagai perasaan tertumpah menjadi satu. Dari mulai rasa kasihan, khawatir, sedih, dan perasaan lainnya yang sangat lumrah dirasakan oleh kedua orang tua.

Tapi ada perasaan yang paling mengganggu adalah perasaan jengkel dalam hati yang kadang terungkap kepembicaraan bahkan kedalam tingkah laku. Yaitu saat kita akan memberi obat pada anak tapi dia gak mau meminumnya

Seperti yang saya alami selama ini contohnya, anak saya tergolong anak yang sulit untuk mengkonsumsi obat-obatan. Meskipun obat untuk anak-anak kebanyakan rasanya manis dan beraroma buah-buahan kesukaannya tapi kandungan kimia obat cukup menyengat bagi penciuman mereka yang peka.

Sobat netter…

Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai cara memberi obat pada anak, agar sakitnya bisa cepat sembuh.

1. Berikan sugesti dan pemahaman secara detail, bahwa obat yang kita berikan itu bukan untuk menyakiti dia melainkan agar dia cepat sembuh.

2. Hindari memberikan ancaman agar dia mau minum obat, karena hal tersebut hanya akan memperparah keadaan. Serta dikemudian hari akan semakin sulit bagi sang anak untuk menerima obat.

3. Campurkan obat dengan makanan yang sekiranya dapat menepis bau obat, tapi tidak menghilangkan efek penyembuhan, serta tidak memberikan efek samping ( tidak berbahaya ). Hal yang biasa saya lakukan adalah mencampurkan obat kedalam larutan agar-agar sebelum membeku.

4. Ajaklah teman bermainnya saat akan memberkan obat, agar membantu meyakinkannya bahwa minum obat itu tidaklah separah yang dia bayangkan. Katakanlah kalau teman bermainnya tidak sulit untuk minum obat saat dia sakit, kenapa anak kita gak bisa ?

5. Minta bantuan orang lain untuk memberikan dukungan agar dia mau minum obat, seperti gurunya atau orang lain yang sekiranya sangat dia percaya.
Secara baluriah biasanya anak kecil lebih menurut pada perkataan orang lain daripada perkataan orang tuanya.

6. Bila dalam keadaan memaksa dan darurat, tak ada salahnya jika kita melakukan paksaan, toh demi kebaikan dia juga, meskipun hal ini akan memberikan efek traumatic yang berkepanjangan. Tapi kalau tidak kita lakukan akan memperparah sakitnya dan bahkan menjadikannya sakit dalam waktu yang cukup lama.

Memberikan obat pada anak memang terkadang sulit dilakukan, tapi harus kita upayakan. Karena jika obat tidak dia minum tentu akan menjadikan perjuangan yang sia-sia. Meskipun kita berobat ke dokter spesialis yang mahal, tapi kalau obat tidak dia minum tentu tidak aka nada gunanya.

Oke sobat, rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahakan peda kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba.

Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya.

Penyebab Anak Terluka Hati

penyebab anak terluka hati
Sebagai orang tua terkadang kita merasa sebagai penguasa, segala sesuatu perilaku anak kita dituntut sesuai dengan keinginan kita. Sebagai anak yang penurut dan berbakti tentu saja akan menuruti apa yang diperintahkan atau diatur oleh kedua orang tuanya.
Tapi apakah kita pernah menyadari kalau beberapa sikap kita ada yang membuat hati mereka terluka ?

Pada awal ceritanya kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita. Tapi jangan salah terkadang tanggapan anak itu lain. Meskipun kita mengnginkan seperti A, tapi banyak kemungkinan anak kita menginginkan seperti B.
Dengan sedikit paksaan kita bisa menguasai segalanya, karena ada sebuah peribahasa dalam bahasa Sunda “ Taktak mah moal bisa ngaluhuran sirah “ yang artinya pundak tidak akan bisa lebih tinggi dari kepala.

Sobat netter…
Perlu kita tahu dan garis bawahi bahwa ada beberapa sikap atau perkataan yang menurut kita baik dan menurut orang lain juga terdengar baik tapi pada kenyataannya justru sebaliknya.

Loh kok bisa…?

Bukannya perkataan kita yang tidak baik terhadap anak, tapi efek dari perkataan kita itu yang sebenarnya bisa membuat perasaan sang anak terluka.
Oke berikut ini adalah beberapa sikap atau perkataan orang tua yang bisa membuat hati anak terluka

1. Anaku emang paling pintar
Mungkin kita pernah mengatakan hal tersebut kepada anak kita. Atau bahkan menjadi kebiasaan yang sudah terjadi sejak lama.
Hindari perkataan tersebut diungkapkan terlalu sering kepada anak kita.
Hal itu bisa membuat anak merasa terbebani, dan selalu berusaha menjadi seorang anak yang didambakan orang tuanya.
Nah efek lanjutannya yang bisa membuat anak terluka hati yaitu ketika sang anak tidak bisa menjadi orang yang pintar seperti ucapan orang tuanya.
Biasanya mereka beranggapan telah menjadi manusia yang gagal dalam mebahagiakan orang tuanya, dan tidak berguna.
Tidak jarang seorang anak yang mengalami kekecewaan yang teramat hebat bisa membuat mereka depresi dan berakhir pada penderitaan panjang

2. Mengalihkan stress dan cari pelampiasan
Pertengkaran dalam keluarga sudah pasti banyak dijumpai. Kalau memang pertengkaran tidak dapat dihindari maka usahakanlah jangan didepan anak kita.
Sikap demikian dapat menyebabkan hati sang anak terluka berat, dan juga bisa jadi ajang pelampiasan kemarahan orang tuanya ( kemarahan yang berantai ).
Contoh hal suami istri bertengkar didepan anaknya, bisa saja suami memarahi istrinya lalu istrinya memarahi anaknya bahkan memberikan kekerasan fisik.
Nah yang dikhawatirkan sang anak akan mencari pelampiasan kekecewaan juga terhadap sesuatu yang ada disekitarnya
Bisa saja dia menyiksa binatang peliharaannya atau bertindak kasar terhadap teman bermainnya.

3. Membandingkan dengan anak lain
Terkadang kita melakkan hal tersebut untuk memberikan motifasi agar anak bisa berubah dan berkembang menjadi seperti apa yang kita harapkan.
“ Tuh lihat si A dia baru usia 4 tahun sudah bisa makan sendiri, kamu aja yang sudah 5 tahun masih mau disuapin “
Hal ini boleh saja dilakukan tapi jangan jadi kebiasaan, karena terkadang anak berfikir bahwa dirinya tidaklah berharga dimata orang tuanya.
Mereka berfikir bahwa anak orang lain lebih baik, dan dirinya bukan apa-apa. Hal itu dapat menimbulkan depresi berat pada anak dan bisa berakibat si anak menjadi berbalik membenci temannya.
Daripada membanding-bandingkan mereka, lebih baik jelaskan bagaimana usaha yang bisa ia lakukan dengan maksimal tanpa harus berkaca pada anak lainnya.

4. Sering memberikan kritik
Sudut pandang manusia dewasa dengan anak-anak sudah pasti berbeda. Kalau kita memberikan kritikan kepada orang dewasa mungkin akan memberikan efek yang baik, tapi kalau terhadap anak kecil justru sebaliknya.
Ada baiknya hati-hati juga dengan yang satu ini. Kritik membangun yang menurut Anda positif bisa saja membuat anak terbebani. Kritik tersebut tidak membangun energi positif atau memotivasi, tetapi justru sebaliknya.
Ketika anak membuat kesalahan, lebih baik sampaikan "apa yang mesti dilakukan untuk memperbaikinya, dan menjadi lebih baik". Cara ini justru akan memberi motivasi ketika mereka diajukan pertanyaan yang memberinya energi positif.

5. Sikap over protektif
Sudah barang tentu kita ingin menjaga sang buah hati agar selalu dalam keadaan yang baik. Tapi sikap penjagaan yang terlalu berlebihan akan memberikan dampak buruk pada perkembangan anak kelak dikemudian hari.
Misalnya ketika kita melihat anak kita menggunakan pisau atau gunting, jangan serta-merta melarang dan membujuknya untuk menyimpannya.

“ Sayang jangan main pisau deh, nanti tangannya terluka “

Ungkapan tersebut terdengar manis dan seolah kita menyayangi anak kita. Tanpa disadari hal itu akan membuat anak kita kecewa dan merasa jadi pecundang dikemudian hari.

Mengapa demikian ?
Karena sejak kecil anak kita tidak pernah menggunakan peralatan tersebut, maka setelah dia dewasa tidak bisa menggunakannya.
Hal itu bisa membuat anak kita jadi bahan ejekan temannya.
Lebih baik kita mengingatkannya agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan tersebut, atau kalau kita merasa was-was sebaiknya awasi sang anak ketika melakukannya. Itu akan lebih baik ketimbang kita mengatakan tidak boleh.

Sobat netter….
Itulah beberapa sikap atau ucapan orang tua yang bisa membuat anak terluka hati, meskipun tidak saat itu mereka rasakan semuanya, tapi efek dari sikap tersebut yang justru dikhawatirkan dapat mempengaruhi karakter anak kita.

Oke sobat, rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahkan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat.
Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya.

Cara Atasi Anak Yang Pemarah

cara atasi anak yang pemarah
Disaat anak kita memuncak kemarahannya tidak jarang mereka melakukan hal-hal yang sangat menjengkelkan. Tapi hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan pelampiasan kemarahannya dengan hal-hal yang membahayakan dirinya atau orang lain.
Bisa saja sang anak suka melempar benda-benda disekitarnya atau memukul orang lain dan juga berbagai tindakan lain yang berbahaya. Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi kepada anak kita.

Bukanlah hal yang tepat jika kemarahan sang anak kita lawan dengan kemarahan pula. Kalau hal itu sampai terjadi jangan tersinggung kalau kita disebut orang yang kekanak-kanakan.

Karena merupakan hal bisa dianggap wajar bila seorang anak kecil melampiaskan kemarahan secara membabi buta. Tapi kita sebagai orang yang sudah dewasa dan mempunyai anak tentu saja harus bisa mengontrol emosi.

Sobat netter…..
Diantara anda yang sudah mempunyai anak saya yakin pernah mengalami hal diatas, walaupun kadar kemarahan sang anak tidak akan sama.
Untuk mengatasi hal terseut tentu kita harus menanggapinya dengan cara-cara yang bijak

1. Beri anak rasa damai
Biasanya anak mengalami kemarahan yang luar biasa karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus bisa meminimalisir rasa tidak nyaman tersebut.mialnya dengan menerapkan beberapa hal seperti memberikan perhatian yang extra, melaksanakan keinginan anak jika masih dalam batas kewajaran, jangan membiarkan anak sendirian dalam waktu yang lama ( ditinggal kerja sendirian ).
Karena jika kejenuhan sudah muncul dalam benaknya akan dia ungkapkan dalam bentuk kemarahan atau tangisan yang luar biasa.

2. Hindari pertengkaran didepan anak
Trkadang kita sebagai orang tua tidak menyadari bahwa bertengkar didepan anak merupakan hal yang dapat mempengaruhi perkembangan mental. Jika hal tersebut terjadi berulang-ulang, maka sang anak akan menganggap bahwa kemarahan adalah hal yang lumrah dan harus dilakukan. Kalaupun kita tidak tahan untuk memulai pertengkaran dengan suami atau istri, maka carilah tempat yang tidak terlihat atau suara kita tidak sampai terdengar oleh anak kita.

3. Hargai perasaan anak
Sebagai manusia meskipun seorang anak kecil tetap saja ingin dihormati dan dihargai. Jangan sampai kita menganggap bahwa anak kecil tidak perlu kita hargai. Misalnya saja jika kita memerintahkan sesuatu hal, lihatlah dulu apakan kondisi anak kita itu sedang tampak bergairah atau tidak. Kalau seandainya kita sedang melihat gelagat yang kurang baik, misalnya saja anak kita terlihat cemberut saat bermain sendiri jangan sampai kita menyuruhnya melakukan sesuatu yang bisa membuat emosinya meledak.
Sebagai orang tua saya yakin anda sudah paham dengan karakter anak masing-masing.

4. Jaga kedekatan
Kedekatan dan perhatian yang lebih dari orang tuanya dapat menjadikan anak selalu ceria, yang tentu saja dapat meminimalisir kebiasaan marah pada anak kita.
Kalau suatu ketika anak kita meminta untuk disuapi lakukan saja selagi kita bisa. Jangan menganggap itu adalah aib. “ Udah gede kok masih ingin disuapin “ sebaiknya anda hindari kata-kata tersebut. Toh tidak selamanya anak minta disuapin.
Jika anda sudah membiasakan anak tidur terpisah gak ada salahnya kalau sesekali tidur bersama anak kita, sambil memberikan dongeng sebelum tidur.
Hal ini dapat menambah keakraban antara anak dan orang tua

5. Hindari paksaan
Jangan paksa anak kita untuk melakukan sesuatu yang tidak dia sukai. Kalaupun hal tersebut merupakan hal penting yang harus dia lakukan, toh masih banyak cara untuk membujuknya untuk melakukan hal tersebut.
Biasaknya paksaan akan disertai dengan ancaman, yang tentunya hal ini akan mengakibatkan anak suka mengancam juga kelak di kemudian hari.

Oke sobat rupanya cukup sekiam dulu yang bisa saya persembahkan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan

Tips Mengatasi Demam Anak

tips mengatasi demam anak
Bagi anda yang sudah mempunyai anak sudah brang tentu mengalami hal yang mengkhawatirkan yaitu ketika sikecil terkena demam tinggi. Berbagai cara dilakukan agar bisa mengatasi demam pada anak kita, dari mulai memberikan kompres atau dengan memberikan obat penurun panas.

Tidak kurang orang tua yang merasa panik ketika anaknya demam tinggi. Tapi sebaiknya anda tahu sebenarnya dengan kepanikan yang kita alami justru akan memperburuk keadaan.
Karena dengan perasaan yang panik sudah bisa ditentukan bahwa orang tua tidak akan bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi keluhan sang anak.

Sobat netter…..
Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa tips mengatasi demam anak.

1. Bersikaplah yang tenang
Dengan bersikap tenang tentu kita bisa berpikr jernih, dan bisa berupaya untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Lain halnya kalau kita merasa panik bisa saja apa yang kita perbuat malah memperburuk keadaan.

2. Kenali masalah
Perlu kita ketahui bahwa demam itu bukanlah penyakit utama, kondisi ini merupakan reaksi tubuh alamiah terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus.

3. Berikan penanganan awal
Memberikan pertolongan pertama sepertinya hanya itu yang kita bisa, karena kita jangan sampai mendiagnosa sendiri penyebab demamm anak, kecuali anda seorang tenaga medis. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan kompres dengan menggunakan air hangat.
Hindari memberikan kompres dengan air yang terlalu dingin seperti air es, karena saat tubuh sedang mengalami peningkatan suhu dan tiba-tiba terkena air yang sangat dingin yang spontan dikhawatirkan justru akan menambah parah demam sang anak.

4. Berikan anak ruang yang cukup dan istirahat
Jangan sampai pada saat kondisi demam tinggi, sang anak dikerumuni banyak orang, hal ini karena akan meningkatkan suhu ruangan menjadi lebih panas. Kalau kondisi anak sedang tertidur hindari untuk membangunkannya meskipun bertujuan untuk memberikan obat.

5. Jangan beri selimut tebal
Dengan memberikan selimut yang terlalu tebal justru anak akan merasa tidak nyaman, dan akhirnya menjadi rewel yang berkepanjangan.

6. Berilah banyak air minum
Kalau anak mau menerimanya berikanlah air putih yang banyak, tapi tidak semua anak mau diperlakukan seperti itu. Banyak anak yang menolak untuk minum air putih saat demam. Mungkin juga ada anak yang takut untuk minum obat sehingga akan beranggapan kalau yang diberikan oleh orang tuanya itu adalah obat.

7. Perhatikan siklus demam
Dengan memperhatikan siklus demam diharapkan kita bisa memprediksikan penyebab anak mengalami demam tinggi. Kita bisa memantaunya melalui thermometer.

8. Berikan obat penurun panas
Terkena serangan demam bisa dikatakan lumrah pada anak terutama balita. Oleh karena itu sebaiknya kita selalu menyediakan obat penurun panas. Tapi kita harus sangat hati-hati dalam memberikan obat, agar penyakit bisa diatasi gunkanlah obat sesuai dosis anjuran. Jika Anda memberi obat penurun panas golongan acetaminophen ataupun ibuprofen, pastikan Anda tidak memberi obat batuk atau flu yang mengandung antipyretic. Pemberian dua jenis obat tersebut. secara bersamaan dapat menimbulkan overdosis.

9. Berikan kasih sayang
Berikan motifasi pada sang anak agar mereka merasa nyaman dan percaya diri. Katakanlah bahwa kita akan tetap menjaganya sampai kapanpun. Perlu diingat sentuhan kasih sayang orang tua terutama ibu adalah merupakan obat demam yang sangat mujarab untuk anak.

10. Beri tindakan lanjutan
Jika segala upaya yang kita lakukan tidak membuahkan hasil, maka kita harus segera membawanya ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan yang lain.
Jangan memberikan obat yang tanpa resep dokter ( obat warung ) dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sebat netter….. itulah beberapa tips mengatasi demam anak, sebaiknya kita memahami agar bisa memberikan solusi atau pertolongan pertama saat anak demam.

Oke sobat, rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahkan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba.
Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya

Tips Agar Anak Doyan Sayuran

tips agar anak doyan sayuran
Sayuran merupakan makanan yang mengandung bayak manfaat bagi tubuh, terutama bagi anaka dalam masa partumbuhan. Sayuran sangat dibutuhkan oleh tubuh baik anak-anak maupun orang dewasa.

Pada orang dewasa sayur sangat berguna untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan juga bisa mencegah radikal bebas yang membahayakan tubuh.

Mengkonsumsi sayuran sangat dianjurkan pada anak dalam usia pertumbuhan, karena sayuran dapat membuat perkembangan anak menjadi sangat baik.


Asupan gizi yangterdapat pada sayuran sangat menunjang dalam perkembangan fisik maupun kecerdasan anak.

Tapi yang sering dijumpai oleh kita sebagai orang tua, yang namanya anak-anak kebanyakan gak doyan sayur. Terkadang kita sebagai orang tua merasa putus asa ketika membujuk sang buah hati agar mau makan sayuran. Mungkin mereka tidak menyukai sayuran karena rasa, bentuk dan warna yang tidak menarik menurut pendapatnya.

Sebenarnya membuat anak menjadi suka sama sayuran itu tidak bisa langsung dilakukan dengan cara frontal, kita harus menggunakan beberapa trik agar anak terbiasa dengan sayuran. Membiasakan dan memperkenalkan sayuran sejak usia dini nantinya akan terbiasa sampai mereka menjadi tumbuh dewasa karena dengan mengkonsumsi sayuran terdapat kandungan zat-zat yang sangat baik dan juga dapat menurunkan resiko penyakit berat seperti jantung dan kanker

Sobat netter….
Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai tips agar anak doyan sayuran, hal ini harus kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut dan membuat anak terbiasa dengan sayuran dan menyukainya.

1. Buat semenarik mungkin
Anak-anak sangat menyukai hal yang unik menurut penilaiannya, untuk itu hindari menyajikan sayuran dalam bentuk yang lazim dikonsumsi oleh orang dewasa. Seberapa penting manfaat sayuran tidak akan dipedulikan oleh sang anak ketika kita menyajikan dengan asal-asalan. Semangkuk sayuran dalam bentuk yang biasa tidak akan menarik perhatan anak untuk mencicipinya. Lain halnya jika kita menhidangkan sayuran dalam bentuk yang menarik. Misalnya kita bentuk brokoli menjadi sebuah pohon yang rindang serta berilah sedikit ungkapan seperti dalam dongeng kalau dia adalah seorang raksasa yang mau makan pohon.

2. Berilah alat makan yang belum dia kenal.
Jika biasanya dia menggunakan sendok dan garpu ketika makan, berilah alat lain yang sedikit menantang seperti sumpit. Hal ini perlu dicoba karena biasanya anak-anak sangat menyukai hal baru dan juga menyukai tantangan.

3. Hindari masakan yang lembek
Kebanyakan anak jarang menyukai makanan yang lembek. Untuk itu hindari memasak yang terlalu lama, atau sajikan dalam bentuk yang lain seperti gorengan atau bakwan. Atau kita bisa menyajikannya dalam bentuk yang tidak berkuah.
Kita cukup merebus, mengukus atau memanaskannya dalam oven, bahkan bisa dicoba dalam bentuk sayuran mentah

4. Ajak anak membuat menu makanan
Berilah dia tugas untuk menyusun daftar menu yang ingin dia santap pada saat makan. Kalaupun dia tidak mau menyebutkan sayuran dalam menunya, bilang kalau tidak ada sayuran dalam hidangan nanti maka menu yang dia buat kurang baik.

5. Ajak berbelanja
Biarkan anak mengetahui seberapa banyak sayuran yang dijual dipasar, serta berapa banyak orang yang membelinya untuk dimasak dan akhirnya dimakan. Biasanya anak akan merasa tertantang kalau dia melihat orang lain melakukan sesuatu, maka dia juga ingin melakukannya.
Beri kesempatan untuk memilih sayuran yang dia anggap menarik untuk dimakan, biasanya anak akan memilih sesuatu hal yang baru dia kenal.
Bilang kepadanya kalau orang-orang yang membeli sayur itu adalah orang-orang yang sehat dan kuat.

6. Berilah contoh yang baik
Kalau dalam piring kita tidak berisi sayuran, jangan harap anak mau makan sayuran. Riset menunjukkan, bahwa jumlah makanan yang ada di piring anak sebenarnya langsung berhubungan dengan jumlah yang ada di piring ibu.

7. Trik bercocok tanam
Bagi anda yang memiliki pekarangan yang cukup, gunakan trik bercocok tanam dan biarkan dia sendiri yang menanam sayuran tersebut. Kalaupun kita tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, toh kita bisa menanamnya dalam pot atau polybag.
Ajak anak untuk selalu memelihara tanamannya agar cepat besar dan bisa dimasak. Biasanya anak akan sangat menyukai sesuatu hal yang menurutnya itu adalah kasil karyanya sendiri.

8. Ajaklah anak untuk memasak
Agar mereka mau menyantap sayuran libatkan mereka ketika dalam proses pembuatan. Bikin suasana seolah-olah dia yang memasak sayuran tersebut sehingga akan memacu anak untuk memakan sayuran yang telah dia masak sendiri

Sobat netter…
Kalau kita pnitar menyiasatinya maka lambat laun anak akan suka dengan sayuran. Kalaupun mereka tidak dapat menyukainya secara spontan, maka janganlah melakukan paksaan karena hanya akan menimbulkan efek yang tidak baik. Semakin kita memaksa untuk memakan sayuran, maka akan semakin sulit bagi anak untuk menyukai sayuran.

Oke sobat, rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahkan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba.
Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya.

Cara Menanamkan Kejujuran Sejak Dini

menanamkan kejujuran sejak usia dini
Kejujuran merupakan sebuah modal hidup yang paling berharga. Karena dengan kejujuran kita akan senantiasa terhindar dari berbagai masalah. Meskipun terkadang sebuah kejujuran akan terasa menyakitkan, tapi kita harus yakin kalau sepahit apapun sebuah kejujuran akan lebih baik daripada semanis apapun sebuah kebohongan.

Banyak orang yang bilang kalo orang terlampau jujur maka akan cepet hancur….

Hal ini mungkin saja terjadi, tapi kehancuran yang macam apa ? kalaupun kita dihancurkan oleh dunia, tapi ingat ada kehidupan yang lebih kekal setelah hidup yang sekarang.
Di hari itulah kejujuran kita akan datang menolong agar kita bisa tinggal pada derajat yang lebih tinggi.

Bukanlah sebuah hal yang mustahil bila kejujuran ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita, jika sejak kecil sang anak sudah terbiasa hidup jujur, maka kelak mereka dewasa tidak akan merasa asing lagi dengan kata jujur.
Sobat netter….
Untuk menerapkan kejujuran pada anak sejak usia dini diperlukan sebuah perjuangan yang lumayan melelahkan. Tapi kalau kita melihat manfaatnya kelak disaat mereka dewasa tentu hal itu tak akan terasa berat.

Kali ini saya membawakan beberapa tips agar bisa menanamkan kejujuran pada si kecil sejak usia dini :

1. Terapkan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penjelasan teori atau cerita mengenai kejujuran saja tidak cukup untuk menumbuhkan sikap kejujuran pada anak, hal ini perlu juga dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab anak-anak akan membutuhkan sesuatu yang nyata dalam pandangan mereka, sehingga teori mengenai kejujuran tidak akan lagi nampak abstrak untuk mereka. Untuk itu, mulailah menerapkan sikap dan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari, seperti menerapkannya dalam ucapan atau kalimat dalam kehidupan sehari-hari. Tentu, apa yang diucapkan harus konsekuen dengan apa yang diperbuat. Sebab, kadang-kadang justru kalimat inilah yang sulit untuk dipegang. Nah, disinilah sebagai orangtua kita perlu belajar banyak dalam hal ini.

2. Berikan Pengetahuan dan Keyakinan Bahwa Tuhan Maha Melihat

Kenalkan anak pada keyakinan bahwa dimanapun mereka berada kapanpun mereka berbohong meski tanpa diketahui orang lain masih ada tuhan Yang Maha Melihat segalanya yang akan selalu mencatat setiap perilaku buruk yang mereka lakukan. Nah, lantas bagaimana orangtua bisa mengetahui anak-anaknya tetap berperilaku jujur atau tidak meski berada di luar rumah? Percayalah ibu, ketika kita menitipkan anak-anak kita pada sang Pemilik Hidup ketika anak-anak jauh dari jangkauan kita, maka apa yang dilakukannya diluar jangkauan prinsip kita pasti akan ditunjukannya pada kita. Misalkan ketika anak menyembunyikan sesuatu dalam tasnya, seolah secara tiba-tiba kita merasa ingin memeriksa tasnya dan menemukan apa yang mereka sembunyikan dari kita.

3. Berikan Pemahaman Bahwa 'Jujur Itu Nikmat'

Ada serangkaian kejujuran yang akan terasa nikmat namun kenikmatannya itu tidak dapat secara langsung kita nikmati. Hal ini penting sekali diajarkan kepada anak sejak dini. Ajarkan anak untuk selalu mendahulukan perilaku kejujuran sebab kejujuran akan mengantarkan mereka pada kehidupan yang tenang dan damai tanpa dihantui rasa bersalah.
Demikian beberapa tips mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini. Anak-anak yang dibekali dengan perilaku dan sikap yang jujur akan melahirkan generasi penerus bangsa yang senantiasa selalu membawa nilai-nilai kebaikan pada orang-orang sekitarnya.

4. Selalu beri pemahaman bahwa tidak jujur itu berbahaya

Dalam hal ini kita bisa memberikan beberapa contoh kejadian yang berakibat tidak baik karena sebuah kebohongan. Hal ini diharapkan mampu membuat otak si kecil selalu merasa segan untuk melakukan kebohongan.

Oke sobat…
Itulah beberapa tips untuk menanamkan kejujuran sejak dini kepada buah hati kita.
Rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahkan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba.
Terima kasih atas kunjungannya, dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya.

Manfaat Dongeng Sebelum Tidur

manfaat dongeng sebelum tidur bagi anak
Mungkin saat ini sudah jarang orang tua yang memberikan cerita dongeng pada anaknya ketika mau tidur. Kebanyakan anak-anak sudah dicekoki dengan berbagai tayangan hiburan di televisi. Tentu saja hal ini dapat menggeser popularitas dongeng sebelum tidur dikalangan anak-anak.

Sedikit sekali orang tua yang masih menerapkan budaya tersebut. Hal ini disebabkan ketidak tauan akan fungsi dongeng bagi tumbuh kembang anak. Kalau saja mereka sebagai oran tua tahu akan fungsi dongeng sebelum tidur bagi perkembangan psikologi anak, maka saya yakin akan banyak orang tua yang menerapkan metode tersebut.

Bahkan bagi sebagian masyarakat sunda arti dongeng tersebut diplesetkan dengan kata “ Ngabobodo nu cengeng “ yang artinya hanya sebagai media untuk membodohi anak yang cengeng.

Sobat netter……
Sebenarnya banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari cerita dongeng sebelum tidur bagi anak. Sehingga sedikit demi sedikit dapat membantu pembentukan karakter anak itu sejak dini.

Manfaat dongeng sebelum tidur dapat kita lihat berikut ini :

Merangsang imajinasi & kreativitas

Kondisi rileks dan suasana nya nyaman ketika akan tidur tentu saja dapat membuat anak sangat mudah mengembangkan imajinasinya. Hal ini dapat menyebabkan otaknya bekerja dengan sempurna ketika mebayangkan alur cerita serta menggambarkan tokoh dalam cerita terseut. Suasana tersebut juga sangat mendukung anak dalam membayangkan setting cerita pada dongeng yang dibacakan kepada mereka.
Anak kemudian membebaskan imajinasinya seluas mungkin sehingga kemampuannya dalam membayangkan sesuatu semakin baik.Sejalan dengan itu, kreativitas anak pun akan berkembang. Dalam dongeng, anak diberi kebebasan dalam membayangkan cerita, tidak harus sama dengan apa yang ditangkap oleh orangtua.
Bisa saja setiap anak memiliki hasil tangkap yang berbeda-beda terhadap isi cerita. Selama itu tidak terlalu jauh dari inti cerita, maka masih bisa dimaklumi karena imajinasi anak-anak memang tidak terbatas.

Mengembangkan kecerdasan berbahasa anak

Anak yang sedang menyimak dongeng secara otomatis juga akan memperhatikan kosa kata dan unsur-unsur bahasa lainnya yang terkandung dalam dongeng tersebut. Dengan demikian, kemampuan berbahasa mereka akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena mereka banyak menjumpai kosa kata baru yang mungkin belum mereka kenal sebelumnya.
Hal ini dapat diterapkan oleh sang anak ketika bertemu dengan teman bermainnya,biasanya mereka akan menceritakan apa yang mereka dapatkan. Nah disini letak yang sangat merangsang imajinasi dan daya ingat anak. Biasanya anak yang daya imajinasi dan daya ingatnya tinggi maka dia akan mampu menceritakan keseluruhan alur cerita tersebut meskipun tidak sama persis dengan cerita sebenarnya.
Dampak positif yang lain juga akan sangat terasa ketika anak-anak sudah dewasa. Tutur kata mereka akan sangat rapi, logis, dan memikat. Hal ini disebabkan mereka sering mendengar rangkaian kata-kata yang tersusun dengan sedemikan rapi dalam sebuah cerita pada saat mereka kecil.
Kemungkinan besar ketika mereka dewasa akan mampu menjadi seorang yang yang sangat apresiatif dan juga mampu menerjemahkan segala imajinasinya kedalam sebuah tulisan yang sangat menarik

Mengembangkan keterampilan berpikir

Saat sedang dibacakan dongeng, sang anak secara alamiah akan berpikir banyak hal tentang dongeng tersebut, mulai dari alur cerita, nama-nama tokoh yang muncul, masalah pelik yang terjadi, dan solusi yang diambil para tokoh dalam menyelesaikan masalah itu.
Hal ini merupakan sarana yang cukup baik bagi anak dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya. Bahkan bisa saja sang anak akan mampu menemukan solusi ketika ada masalah sedang dihadapinya. Bisa saja hal tersebut terinspirasi dari cerita dan meniru tokoh-tokoh dalam dongeng ketika menyelesaikan masalah.
Seiring berjalannya waktu, si kecil mungkin akan sering bertanya saat didongengkan bila pikirannya menemukan hal-hal yang agak ganjil dalam dongeng tersebut atau buku anak lainnya. Hal ini merupakan pertanda bahwa pikirannya mulai berkembang.

Mengembangkan emosi

Alur cerita pada dongeng biasanya turun-naik. Kadang sang tokoh utama mendapat kemalangan, kadang juga begitu beruntung sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan cemerlang. Alur seperti ini dapat mengembangkan emosi anak secara alamiah, seperti empati, rasa prihatin, sedih, bahagia, ceria, peduli, dan lain sebagainya.
Hal tersebut juga bisa memberikan pemahaman pada si kecil bahwa kehidupan itu tidak selalu berjalan mulus, dan pasti dalam kehidupan itu akan ada aral yang melintang, yang pasti kita harus bisa menghadapi semua masalah.
Jika hal itu mereka dengar dan sering membayangkan, asti lambat-laun mereka akan mengerti pola hidup sejak dini. Sehingga si kecil tidak akan menjadi seorang anak yang sulit diatur, sehingga ketika mereka sudah bisa menerapkan berbagai karakter positif dari tokoh dalam dongeng tersebut, mungkin saja kebiasaan sang anak melakukan ancaman kepada orang tuanya saat keinginannya tidak terpenuhi akan sedikit terselesaikan.

manfaat dongeng sebelum tidur bagi anak

Menanamkan nilai moral dan etika

Ada banyak nilai moral yang bisa kita petik dari dongeng, misalnya kejujuran, kesetiakawanan, sifat rendah hati, pekerja keras, baik hati, suka menolong, dan lain sebagainya. Orangtua yang membacakan dongeng bisa menjelaskan dan mengajak anak untuk meneladani sifat baik sang tokoh utama, serta nilai-nilai moral yang mulia yang ada pada dongeng.
Dalam kondisi yang rileks ketika sedang didongengkan, si kecil akan menyelami betul karakter baik para tokoh, serta periilaku positif yang muncul dalam dongeng yang dimaksud. Dengan demikian, mereka pun akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang hangat dan sangat paham akan nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat.

Mempererat ikatan emosional dengan orangtua

Saat ini banyak terjadi dalam sebuah keluarga, seorang anak jarang bertemu dengan kedua orang tuanya. Semua kegiatan yang berhubungan dengan dia akan ditangani oleh seorang pengasuh yang terkenal dengan nama baby sitter
Ketika mendongengi anaknya yang hendak tidur, maka orangtua sedang berada dalam suasana yang sangat akrab dengan anaknya tercinta. Secara fisik dan emosi, mereka begitu dekat. Apalagi ditambah dengan suasana malam yang hening dan tenang, maka aktivitas itu semakin meninggalkan kesan yang mendalam di antara keduanya. Akhirnya, ikatan emosional anak dan orangtua pun semakin kuat.

Relaksasi/hiburan

Mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh orangtua bisa menjadi ajang relaksasi yang sangat menghibur bagi anak. Hiburan itu bahkan tidak kalah dibanding acara favorit si Kecil di televisi.Setelah menjalani hari yang mungkin melelahkan, si Kecil jelas membutuhkan istirahat. Dan, istirahat mereka akan semakin sempurna melalui hiburan dongeng yang dibacakan oleh orangtua.Ketika bangun di pagi hari, semangat si Kecil akan pulih kembali, dan bahkan akan semakin kuat karena malam harinya telah mendapatkan hiburan yang sangat istimewa dari orangtuanya.

Oke sobat….
Itulah beberapa manfaat dongeng sebelum tidur bagi anak, yang pada intinya bisa membantu dalam hal pembentukan karakter anak sejak dini.
terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada tips-tips berikutnya

Cara Mengatasi Anak Yang Brutal

mengatasi anak yang suka mengancam
Seiring dengan pertumbuhan fisik dan mental anak, maka akan banyak hal yang berubah pula dalam pola berfikir dan perilakunya. Biasanya keinginan yang muncul pada anak umumnya memiliki hasrat yang besar untuk segera dikabulkan. Hal itu wajar terjadi karena sikecil dengan pola pikir anak-anak masih bisa mengendalikan emosi dan keinginannya.

Yang dikhawatirkan adalah ketika ruang lingkup pergaulan sang anak sudah semakin melebar, kita sebagai orang tua akan lebih sulit dalam mengontrol kebiasaannya.
Dengan pergaulan yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan sikecil berubah menjadi liar dan brutal. Biasanya hal itu terjadi karena keinginannya tidak segera didapat. Bisa saja anak jadi terbiasa mengancam, meskipun kadang mereka tidak mengeri apa sebenarnya arti ancaman tersebut.

Misalnya saja dia bilang “ Ya udah kalau gak dikasih es krim saya gak mau pergi mengaji “ atau bahkan ancaman lain yang sifatnya kekerasan dan brutal.
Memiliki anak yang seringkali mengancam tentu akan membuat para orangtuanya frustasi dan jengkel, untuk itu jika anda memiliki anak yang suka mengancam sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai perilakunya ini terbawa hingga mereka dewasa. Sebab ketika mereka dewasa, bisa jadi bukan hanya anda yang menjadi target ancamannya, mungkin saja mereka juga mengancam orang-orang disekitarnya.

Kemampuan anak untuk mengancam orang lain biasanya dimulai ketika anak telah berusia 5 hingga 8 tahun. Sebab pada usia ini, anak sudah memiliki kemampuan kognitif yang lebih matang dibandingkan sebelumnya. Selain itu, mereka juga cenderung akan lebih kritis serta telah memiliki kemampuan analisa yang lebih tajam.

Biasanya ancaman yang dilontarkan anak terhadap orang tua maupun orang lain bersumber dari memori atau ingatannya. Hal inilah yang kemudia akan membuat anak mengancam seseorang. Kalau intensitas ancaman tersebut masih dalam hal-hal yang lumrah kita masih bisa mentolerir, tapi ada banyak kasus yang lebih parah ketika sang anak melakukan ancaman dengan menyakiti dirinya atau orang disekitarnya

Jika anda mendapati anak anda sering melakukan ancaman seperti demikian berikut adalah beberapa cara untuk menghadapinya.

Raihlah anak kita

Jika sampai terjadi ancaman yang dapat membahayakan dirinya atau orang-orang disekitanya, segera raih dia dan beri keterangan yang dapat menenangkan dia. Ungkapan rasa sayang kita kepadanya, misalnya dengan segera memeluk dia, mengusap-usap kepalanya atau kalau usianya masih tergolong kecil gendonglah dia ( kalau sudah besar kan berat gendongnya ) katakanlah kalau kita itu sayang dia. Gak masalah kalau kita menanyakan apakah dia gak sayang sama kita ?
Secara naluriah seorang anak akan mengatakan kalau dia sayang sama kedua orang tuanya. Tunjukanlah kalau kita sangat sedih dengan ancamannya, jangan sungkan kalau kita sampai menangis dihadapannya, toh kita menangis karena kita sayang dia, bukan menangis karena anak kita itu durhaka. Dengan keadaan demikian maka biasanya sang anak akan bisa mengerti apa yang dimaksud oleh kedua orang tuanya.

Jangan membalas dengan ancaman

Ketika mendapati anak kita melakukan ancaman, baik yang berbahaya maupun tidak maka kita sebagai orang tuanya jangan membalas dengan ancaman. Hal tersebut malah menambah buruk keadaan. Dan lebih parahnya dia akan menganggap bahwa ancaman itu sangat lumrah untuk dilakukan, karena orang tuanyapun melakukan hal yang sama. Bantahlah ancamannya dengan perkataan yang lembut sehingga bisa meredam emosinya yang sedang meledak-ledak. Dengan sikap kita yang lembut maka sang anak akan cepat mereda kemarahnnya, lain halnya jika kita membalasnya dengan kemarahan.

Buang benda berbahaya disekitarnya

Jika tingkat keparahan dari ancaman yang diberikan si kecil sudah jauh melampaui batas seperti melukai dirinya sendiri dengan menggunakan benda berbahaya. Segeralah menyingkirkan benda-benda yang berbahaya seperti pisau atau alat tumpul lainnya yang kita anggap bisa digunakan untuk melukai dirinya sendiri atau orang lain.
Tapi sebaiknya jangan kita lakukan ketika sang anak masih dalam keadaan emosi yang tinggi. Kalau dia melihat kita menyingkirkan benda berbahaya secara langsung saat itu, maka memori sang anak akan menyimpan hal yang tidak kita duga, yaitu mereka meyakini kalau benda-benda tersebutlah yang dapat digunakan untuk melukai orang dan sangat kita takutkan. Ingatlah kalau semasa isua 5 – 8 tahun kecerdasan pola pikir anak sudah mulai terbentuk. Dia akan menganggap benda-benda tersebutlah yang sangat tepat jika digunakan untuk melakukan ancaman.

Beri perhatian lebih

Bila kebiasaan mengancam itu sudah sering dilakukan, berilah perhatian yang lebih dari biasanya, jangan beri kesempatan anak untuk melakukan hal tersebut. Pada dasarnya gak ada orang tua yang tidak ingin memberikan apa saja yang diinginkan anaknya. Hanya saja tepat atau tidaknya hal yang diinginkan anak kita trsebut. Seringlah berkomunikasi dengan anak kita agar terjadi keharmonisan dan berilah contoh-contoh kejadian yang berbahaya jika kita melakukan hal tersebut.
Ketika terjadi komunikasi dua arah antara kita dan anak kita, berilah kesempatan dia untuk menumpahkan segala unek-uneknya. Jadilah pendengar yang baik, jangan sampai anak kita berbicara kita malah asyik melakukan aktifitas yang lain.
Ajarkan anak untuk mengatasi emosinya. Berilah pemahaman kalau segala sesuatu itu tidak dapat diperoleh dengan seketika, segala sesuatu itu butuh proses. Maka jika anak sudah sering mendapat bimbingan tentang hal tersbut lambat laun mereka akan mengerti dan bisa belajar untuk mengendalikan emosinya.

Buat dirinya merasa lebih baik

Maksud dari kalimat tersebut adalah beri kesan yang lebih ketika anak bisa melakukan hal yangn baik. Misalnya dia mampu membuat gambar sebuah rumah, maka tanamkan lah kesan kepadanya kalau kemampuannya itu sangat baik. Katakanlah kalau kita sewaktu kecil dulu malah gak bisa membuat gambar rumah sebaik dia. Berilah pengahrgaan kepdanya meskipun gak harus berupa barang atau uang, tapi yang lebih mudahnya berilah penghargaan dengan pujian atau ciuman kasih sayang.

Sobat netter….
Pada intinya segala sesuatu masalah tidak ada jalan keluarnya, sedangkan jalan keluar tidak akan ketemu kalau kita tidak tahu akar permasalahannya. Oleh karena itu coba pahami sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan anak kita sehingga emosinya menjadi tidak terkontrol.
Intinya seringlah berkomunikasi dan berkumpul sama anak kita, saling bertukar pengalaman dan jadilah pendengar yang baik ketika anak kita menceritakan segala keluh kesahnya.
Oke sobat…

Rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembahkan semoga bisa bermanfaat.
Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di tips berikutnya

Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

cara membentuk karakter anak sejak dini
Karakter manusia dewasa biasanya tidak jauh dari kebiasaanya saat dia kecil. Jadi kalau kita ingin membuat karakter anak kita baik dikemudian hari saat dia dewasa, maka kita harus mampu membentuk karakter anak sejak usia dini.
Seandainya sejak kecil anak kita sudah tebiasa dengan hal yang baik maka niscaya dia akan berkepribadian baik pula saat dewasa kelak.

Karakter dapat terbentu dari kebiasaan hidup, jika yang membentuk karakter dapat menempanya dengan bak maka kemungkinan besar akan terbentuk karakter yang baik.

Memang tidak mudah menanamkan kebiasaan baik serta member pemahaman untuk meninggalkan hal yang buruk kepada anak kita, apalagi kalau usianya masih sangat kecil.
Tapi yang jadi pertanyaannya adalah

Kalau tidak kita bentuk karakternya sejak kacil mau kapan lagi ?
Kalau tidak kita yang membentuk karakternya siapa lagi ?

Sobat netter…
Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa tips untuk membentuk karakter anak sejak usia dini

Hal yang dapat kita lakukan untuk membentuk karakter anak diantaranya adalah sebagai berikut :

Jangan tunjukan ketidak mampuan kita

Dalam hal ini bukanlah dalam segi materi atau kekayaan. Tapi dalam hal lain yang sifatnya sebuah pekerjaan. Misalnya ketika sang anak sedang belajar mengaji di madrasah dan sepulangnya dia mangatakan kalau dia habis mempelajari sesuatu hal, misalnya belajar membaca Al-Quran, kaetika dia menceritakan hal tersebut jangan kita tanggapi dengan ketidak mampuan kita dengan mengatakan
“ ya baik itu karena ayah dan bunda malah gak bisa membaca Al-Quran “
Jika seorang anak mendengar hal tersebut justru akan menimbulkan pemikiran yang lain. Disuatu sisi hal tersebut bisa membuatnya bangga karena mampu melakukan hal yang orang tuanya saja tidak bisa melakukannya.
Tapi disisi lain akan membentuk karakter anak yang kurang baik, karena bisa saja si anak akan berfikir kenapa ayah bunda tidak bisa sedangkan dia saja mampu melakukannya ?
Berarti apa yang kedua orang tuanya lakukan dulu tidak pernah mengaji, hal tersebut akan dijadikan senjata yang ampuh oleh sang anak ketika suatu saat dia tidak mau melakukan hal tersebut lagi. Jangan menyepelekan kemampuan psikologis anak dan cara berfikir dalam menyikapi sebuah masalah.

Hal itu bisa terjadi karena pada saat anak sedang berkembang, pertumbuhan intelektualnya sangat tinggi jadi jangan sampai kita mengabaikan hal tersebut. Ada kalanya sang anak mampu membuat ide yang justru ide tersebut tidak pernah kepikiran oleh kita. Kalau gak harus berbohong dan pura-pura bisa, tapi sebagai orang tua kita harus mampu menjadi contoh yangbaik bagi sang anak. Hal itu dapat kita lakukan denan cara mempelajari apa yang sedang anak kita pelajari. Jadi kita dan anak kita sama-sama belajar.

Contoh :
Saya pernah berfoto bareng suami dengan menggunakan kamera dan menggunakan fitur self timer, jadi kaera bisa mengambil gambar dengan sendirinya saat diletakkan di atas meja. Sementara suami saya tidak menyadari kalau kami sedang berfoto berdua. Tapi dia pernah lihat foto itu di kemudian hari. Ketika pada suatu hari anak saya yang berumur 5 tahun sedang melihat-lihat foto di kamera tersebut dan menemukan foto saya dengan suami. Tanpa disangka dia menanyakan kepada ayahnya siapa yang mengambil foto tersebut. Sontak saja ayahnya terkejut dan dia bilang kok kamu bisa kepikiran sejauh itu, ayah aja gak pernah kepikiran siapa yang ngambil gambar tersebut.
Dalam mkasus ini jelas bahwa kemampuan berfikir dan imajinasi anak sangat tinggi dari yang kita duga.

Jangan membiasakan memberikan ancaman

Jika dalam lingkungan keluarga sering melakukan hal yang negatif maka akan membekas dengan jelas pada karakter anak. Jika orang tuanya sering membentak anaknya maka sang anak gak akan segan-segan membentak orang lain juga. Hal ini disebabkan karena sanga anak menganggap hal tersebut adalah lumrah karena sering dilakukan oleh kedua orang tuanya.
Jika terlibat pertengkarang dengan sikecil usahakan jangan memberikan ancaman kalau dia tidak mau menuruti keinginan kita. Karena akanmemberikan dampak anak suka mengancam juga kepada orang lain.

Tanamkan kebiasaan baik kepada anak

Untuk dapat menanamkan kebiasaan baik terhadap anak tidak harus bersifat protokoler dan memaksa, lakukanlah dengan cara yang menarik buat sang anak. Misalnya ketika kita akan menanamkan kebiasaan berdoa sebelum makan kepada anak, jangan lantas kita mengatakan jangan makan dulu kalau sebelum berdoa. Biasanya anak akan lebih senang melakukannya ketika dia tidak merasa tertekan. Coba dengan cara yang sedikit unik seperti kita bilang
“ wah mama lupa belum berdoa dulu, kamu udah berdoa belum sebelum makan ? “
Lantas kita berdoa bersama sekaligus mengajarkan doa sebelum makan kepada anak kita.

Koreksi apa yang dia lakukan diluar sana

Dalam hal ini kita jangan menjadi seorang detektif yang memberondong anak kita dengan berbagai pertanyaan. Lakukanlah dengan cara yang ringan. Misalnya dengan cara meminta anak untuk bercerita tentang kejadian saat bermain dengan temannya.
“Cerita dong apa saja yang dilakukan kamu saat bermain tadi, mama pengen tahu deh…” sepertinya kalimat itu cukup baik untuk sekedar mengoreksi semua kejadian yang telah dialami oleh anak kita. Biasanya anak akan senang untuk menceritakan semua yang dialaminya. Buat kita seolah sangat tertarik dengan apa yang diungkapkannya.
Jika kita mendapati hal yang dirasa kurang baik dalam ceritanya, berilah pemahaman kalau hal yang telah dia lakkan itu tidak baik dan bisa merugikan dirinya atau orang lain.

Sobat netter…..

Rupanya cukup sekian dulu yang bisa saya persembhakan pada kesempatan ini, semoga bisa bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di tips-tips berikutnya.

Mengatasi Anak Yang Sulit Diatur

cara mengatasi anak yang sulit diatur
Terkadang kita merasa stress jika sang buah hati sudah mulai nakal dan sulit diatur. Sikecil yang tadinya penurut dan periang, tiba-tiba menjadi menjadi pemarah, memiliki karakter negatif dan susah diatur. Terkadang kita sebagai orang tua malah mengambil sikap yang keliru. Langsung marah membabi buta dan akhirnya malah menimbulkan kekerasan.

Haruskah kita bersikap seperti itu ? Jawabannya sudah pasti tidak.

Seiring dengan perkembangan fisik dan mentalnya tentu saja sang anak mengalami berbagai fase kehidupan. Hal yang sangat wajar bila anak kecil mengalami kenakalan dan pembangkangan.
Tapi bila kenakalannya sudah kita anggap kurang wajar bagi anak seusia itu maka kita perlu mengambil sikap tepat, karena kalau dibiarkan, sangat dikhawatirkan akan menjadikan pembentukan karakter yang jadi sampai dia dewasa.
Biasanya anak yang sulit diatur dan cenderung mengikuti kehedak hatinya disebabkan karena dis merasa kurang diperhatikan. Secara alamiah dia akan berusaha mencari-cari perhatian dari kedua orang tuanya. Salah satunya dengan cara pembagkangan dan sulit diatur. Satu hal lagi bila keadaan sulit diaturnya itu hanya ketika berada dikeramaian bisa jadi anak tersebut mengalami masalah dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Sobat netter…
Untuk manghadapi masalah tersebut, kita sebagai orang tua hendaknya memahami keadaan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa sobat terapkan ketika anak sulit diatur.

Kenali masalah dan penyebabnya

Sebagai orang tua kita harus tanggap dalam menyikapi perilaku sang buah hati. Lakukan diagnosa sementara secara cepat. Teliti lingkungan sekitar dia dan coba buat beberapa perkiraan seperti apakah dia merasa ketakutan, sakit, punya keinginan, atau yang lainnya. Jika kita sudah mengetahui akar permasalahannya maka akan mempermudah kita untuk mendapatkan solusinya
Saat menghadapi anak yang sulit diatur, memarahinya bukanlah solusi cerdas untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, membiarkan anak terus berlaku seperti demikian, karena ayah dan bunda sudah lelah dengan perilakunya, juga bukanlah tindakan yang bijaksana. Sebagai orang tua, mendidik anak sudahlah menjadi kewajiban. Agar ayah dan bunda bisa mengatasi anak yang susah diatur.

Lakukan pendekatan

Seorang anak akan lebih merasa nyaman bila diperlakukan dengan baik, daripada dengan bentakan, ancaman, atau tindak kekerasan yang lain. Ketika anak rewel dan susah diatur, menanggapinya dengan keras dan panas tidaklah menyelesaikan masalah, sebaliknya anak malah akan semakin rewel dan sulit diatur. Untuk itu, lakukan pendekatan secara halus dan mulai berikan ia nasihat yang bijak, dan jika dia menginginkan sesuatu yang kita rasa kurang baik, maka buat ia mengerti apa yang diinginkannya bukanlah hal yang baik. Hal penting yan perlu kita pahami adalah orang tua harus konsisten dengan keputusannya. Dengan begitu nantinya anak akan mulai terbiasa dan menurut dengan perkataan ayah bunda.

Tunjukan kalau kita itu sayang dia dan ingin menjaganya

Terkadang si kecil merasa kecewa ketika keinginannya tidak teraksana. Sehingga langsung beranggapan kalau kedua orang tuanya tidak saying lagi sama dia. Jika hal itu terjadi berilah pemahaman dengan jelas dan lugas kalau yang kita lakukan itu ( larangan yang kita buat ) adalah hanya untuk kebaikan dia semata. Jika kita dihadapkan dengan pertengkaran dengan sikecil, jangan tunjukan kalau kita menyerah, tapi ingat jangan disertai dengan kemarahan. Secara naluriah anak akan berfikir dan mengetahui kalau dia tidak akan menang melawan kedua orang tuanya. Anak-anak harus dapat melihat tekad dan kekuatan dari dalam diri orangtua untuk meluruskan ketika mereka salah serta mengetahui bahwa anda melakukannya atas dasar rasa sayang.

mengatasi anak yang sulit diatur
Berikan sedikit bentakan

Dalam hal ini bukan berarti kita marah-marah secara total. Saya yakin semua orang tua gak aka nada yang merasa benci dengan anaknya. Tujuan kita memberikan bentakan adalah agar sikecil tahu kalau perkataan kita itu benar-benar akan membuat dia lebih baik. Hal ini juga bisa memupuk karakter anak, karena biasanya kalau anak dari kecil tidak pernah dibentak, maka dia akan merasa dirinya kuat dan bisa mengalahkan orang tuanya.

Buat kesepakatan

Hal penting lainnya adalah dengan membuat kesepakatan yang sebelumnya sudah dibicarakan terlebih dahulu dengan sikecil. Berilah dia pengertian kalau kesepakatan yang telah kita buat itu bukanlah aturan. Karena anak-anak biasanya akan lebih senang dengan kata kesepakatan daripada kata peraturan. Kesepakatan ini tentunya memiliki konsekwensi agar anak berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Selain itu, selalu berikan ia penghargaan ketika ia melakukan hal-hal baik yakni dengan memberikannya pujian.

Nah sobat ….
Itulah beberapa tips untuk mengatasi anak yang sulit diatur. Semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba.
Sekian dulu yang bisa saya persembahkan, sampai jumpa pada tips berikutnya dan terima kasih.
 
Copyright © 2014. SEKILAS INFO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger